Kumpulan Cerpen
-
Langkah Kecil di Taman Seminari
Hari itu, udara pagi terasa lebih dingin dari biasanya. Andreas berjalan menuju kapel tua di sudut kampus. Setiap langkahnya terasa berat, beban masa depan terasa begitu mendesaknya. Di sinilah biasanya ia menemukan ketenangan. Ketika ia memasuki kapel, cahaya matahari menembus jendela berwarna-warni, menciptakan spektrum warna yang indah di lantai kapel. Ia duduk di deretan kursi kayu yang sudah usang, menatap salib di altar dengan khidmat. "Doa tidak akan mengubah keadaan," bisik suara di kepalanya. Namun ia tetap berlutut, memejamkan mata. Dalam keheningan itu, ia menyadari bahwa setiap perubahan besar selalu dimulai dari langkah kecil. Mungkin ini saatnya untuk memulai langkahnya. -
Panggilan yang Tak Terduga
Maria baru saja lulus dari fakultas hukum. Masa depan menjanjikan dengan berbagai peluang karier di perusahaan besar. Namun sebuah panggilan telepon mengubah segalanya. "Ibu Maria, ana sangat merindukanmu." Suara itu milik Ade, anak yatim di panti asuhan yang pernah Maria visite setiap minggu. Ada sesuatu dalam suara itu yang menyentuh hatinya lebih dalam dari semua tawaran karier. Pagi itu, Maria mengambil keputusan yang tidak pernah ia bayangkan. Ia memilih menjadi pengacara gratis bagi mereka yang tidak mampu. Mungkin ini panggilan sejatinya.